
Info kini nusantara.com – Upaya perburuan aset hasil kejahatan narkotika terus digencarkan oleh jajaran Bareskrim Polri. Terbaru, penyidik resmi menyita sederet aset milik keluarga bandar narkoba kelas kakap, Erwin Iskandar alias Koko Erwin. Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari pengembangan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa aset-aset yang disita tersebut berasal dari tangan istri dan kedua anak Koko Erwin. Ketiganya kini telah menyandang status sebagai tersangka dalam pusaran bisnis haram tersebut.
“Kami telah mengamankan sejumlah barang bukti TPPU yang diduga kuat bersumber dari peredaran narkotika. Aset yang disita meliputi bangunan rumah, ruko, gudang, hingga kendaraan bermotor dan dokumen-dokumen penting lainnya,” jelas Eko dalam pernyataan resminya, Kamis (23/4/2026).
Ketiga tersangka yang terseret dalam kasus ini adalah Virda Virginia Pahlevi (VVP) yang merupakan istri dari Koko Erwin, serta dua anaknya yakni Hadi Sumarho Iskandar (HSI) dan Christina Aurelia (CA). Mereka diringkus oleh tim gabungan Subdirektorat IV dan Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) di dua lokasi berbeda, yakni Sumbawa dan Mataram.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kepolisian menduga kuat bahwa kekayaan yang dimiliki keluarga ini merupakan hasil pengelolaan dana dari jaringan narkotika yang dikendalikan oleh Koko Erwin.
Nama Koko Erwin sendiri sudah tidak asing dalam radar kepolisian. Ia sebelumnya telah diamankan pada akhir Februari 2026 lalu atas keterlibatannya dalam jaringan pengedar narkoba berskala besar. Kasus ini sempat mencuri perhatian khalayak luas lantaran diduga adanya aliran dana haram yang mengalir kepada eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.
Bareskrim Polri menegaskan tidak akan berhenti sampai di sini. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melacak setiap jengkal aliran dana dan aset tersembunyi lainnya guna memastikan penegakan hukum terhadap kejahatan narkotika dan pencucian uang dilakukan secara maksimal hingga ke akar-akarnya.



Tinggalkan Balasan