
Info kini nusantara.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun strategi baru guna mendongkrak popularitas motor listrik. Tak lagi hanya mengandalkan bengkel kecil, kini pemerintah mulai merangkul pihak manufaktur besar untuk terlibat langsung dalam program konversi kendaraan ramah lingkungan tersebut.
Langkah serius ini ditandai dengan jalinan kerja sama antara Kementerian ESDM dengan Musashi, perusahaan manufaktur ternama asal Jepang yang selama ini menjadi pemasok utama komponen motor Honda di tanah air.
Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi, mengungkapkan bahwa Musashi diproyeksikan bakal mengubah ratusan unit motor Honda konvensional menjadi bertenaga listrik. Proyek ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi keterlibatan pabrikan otomotif secara lebih masif.
“Kami sudah berkomunikasi dengan jajaran direksi Musashi untuk merancang desain konversi motor Honda lama menjadi baru (listrik) dengan standar resmi atau authorized dari pihak pabrikan,” terang Trois saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Untuk tahap awal, sebanyak 100 unit motor Honda akan dikonversi di fasilitas Musashi. Trois berharap jika pihak prinsipal di Jepang memberikan lampu hijau secara penuh, gerakan ini bisa berdampak signifikan pada volume kendaraan listrik di jalanan Indonesia.
Namun, perjalanan program konversi ini sejatinya tidak selalu mulus. Meski sudah berjalan selama lima tahun, penyerapan pasar masih tergolong rendah. Berdasarkan data periode 2021 hingga 2026, tercatat hanya ada 2.278 unit motor yang berhasil dikonversi.
Puncak antusiasme sempat terjadi pada tahun 2024 dengan total 1.352 unit, yang dipicu oleh adanya subsidi pemerintah sebesar Rp10 juta per unit. Sayangnya, setelah masa subsidi tersebut usai, angka peminat perlahan kembali menurun.
Menanggapi hal tersebut, Trois mengakui adanya berbagai ganjalan di lapangan. Mulai dari rendahnya edukasi masyarakat, kendala biaya, kekhawatiran urusan surat-surat kendaraan, hingga keraguan teknis mengenai kekuatan mesin listrik.
“Kami sempat berdiskusi dengan para pengemudi ojek online terkait spesifikasi motor listrik. Banyak dari mereka yang masih ragu apakah motor listrik sanggup melibas tanjakan dan bagaimana standarisasi pengisian baterainya,” pungkas Trois.



Tinggalkan Balasan