
Info kini nusantara.com – Kabar miring menerpa imperium bisnis YouTuber kenamaan, MrBeast. Mantan pejabat eksekutif di Beast Industries, Lorrayne Mavromatis, resmi melayangkan gugatan hukum terhadap perusahaan tersebut. Mavromatis mengungkap sisi gelap lingkungan kerja yang ia istilahkan sebagai “klub laki-laki,” di mana praktik diskriminasi dan pelecehan diduga tumbuh subur di balik layar konten-konten populer mereka.
Gugatan yang didaftarkan di pengadilan federal Carolina Utara pada Rabu (22/4) ini merinci berbagai tudingan serius. Mavromatis, yang bergabung sejak Juli 2022, mengaku menjadi korban pemecatan sepihak hanya berselang tiga minggu setelah dirinya kembali dari cuti melahirkan. Tak hanya soal pekerjaan, ia membeberkan adanya komentar-komentar bernada seksual dari jajaran pimpinan terkait fisik pegawai perempuan.
Tudingan Lingkungan Kerja Toksik
Dalam dokumen hukum yang dikutip dari The Hollywood Reporter, Mavromatis menyebutkan bahwa keluhannya terhadap perilaku tidak senonoh salah satu produser justru diabaikan oleh manajemen. Salah satu poin paling krusial dalam gugatan tersebut menyeret nama CEO James Warren. Mavromatis mengeklaim pernah mengalami pelecehan saat menghadiri pertemuan empat mata di kediaman Warren atas permintaan sang CEO.
Lebih mengejutkan lagi, Mavromatis menceritakan momen saat ia bertanya mengapa Jimmy Donaldson (nama asli MrBeast) enggan berkolaborasi dalam proyek tertentu. Jawaban yang ia terima dari Warren justru merujuk pada fisiknya, dengan dalih bahwa penampilan Mavromatis memberikan “efek seksual tertentu” pada sang YouTuber.
Demosi dan Pemecatan Setelah Cuti
Perjalanan karier Mavromatis di Beast Industries sejatinya sempat melesat. Berawal dari kepala divisi Instagram, ia dipromosikan menjadi kepala kreatif dengan gaji fantastis mencapai US$250 ribu. Namun, setelah mulai menyuarakan kegelisahannya terkait budaya kerja di sana, ia mengaku kerap dipindah-tugaskan ke posisi yang lebih rendah (demosi).
Puncaknya terjadi tahun lalu. Saat tengah menjalani cuti hamil, Mavromatis mengaku masih ditekan untuk menyelesaikan proyek besar, termasuk instruksi melakukan perjalanan dinas ke Brasil. Tragisnya, tak lama setelah kembali bekerja pasca persalinan, ia justru didepak dari perusahaan.
Bantahan Pihak Beast Industries
Menanggapi gelombang tuduhan ini, pihak manajemen MrBeast tidak tinggal diam. Mereka secara tegas membantah seluruh poin gugatan yang diajukan oleh Mavromatis.
Perwakilan perusahaan menyatakan bahwa klaim tersebut merupakan rekayasa yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian media massa. Pihak Beast Industries menilai motif di balik gugatan ini murni demi keuntungan finansial bernilai jutaan dolar dengan memanfaatkan nama besar sang YouTuber.
Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan untuk membuktikan kebenaran dari kesaksian kedua belah pihak di meja hijau.



Tinggalkan Balasan