
Info kini nusantara.com – Pelayanan bagi jemaah haji tahun ini tidak sekadar fokus pada manajemen perjalanan, melainkan juga menjadi cerminan dari upaya memuliakan para tamu Allah. Komitmen tersebut dibuktikan dengan penyediaan berbagai fasilitas pendukung yang ramah lansia dan disabilitas, khususnya di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Begitu menginjakkan kaki di Tanah Suci, para jemaah—terutama mereka yang sudah lanjut usia—langsung disambut dengan fasilitas bantuan seperti kursi roda hingga mobil golf (golf car). Seluruh layanan ini disediakan secara cuma-cuma alias gratis bagi siapa saja yang membutuhkan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengungkapkan bahwa armada mobil golf disiagakan di area Terminal Haji. Fasilitas ini bertujuan untuk meringankan beban jemaah yang memiliki keterbatasan fisik atau kesulitan berjalan jauh.
“Mobil golf kami siapkan di terminal untuk membantu mobilisasi jemaah dari titik kedatangan menuju ruang tunggu atau Hajj Pavilion,” jelas Basir saat memberikan keterangan di Madinah pada Kamis (23/4/2024).
Tak hanya di Madinah, layanan serupa juga telah disiapkan di Bandara Jeddah serta berbagai titik strategis di Daerah Kerja Makkah. Selain mobil golf, petugas haji yang sigap juga siap membantu mengoperasikan kursi roda bagi jemaah disabilitas. Basir kembali menegaskan bahwa jemaah tidak perlu merogoh kocek sepeser pun untuk mendapatkan bantuan jasa dorong atau tumpangan mobil golf tersebut.
Fokus pada Jemaah Berisiko Tinggi Langkah antisipatif ini dinilai sangat krusial mengingat profil jemaah haji Indonesia tahun ini didominasi oleh kelompok rentan. Dari total 203.320 jemaah haji reguler, sekitar 80% di antaranya masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Bahkan, terdapat sekitar 33 ribu jemaah lansia berusia di atas 65 tahun yang memerlukan pendampingan ekstra selama prosesi ibadah berlangsung.
Layanan Konsultasi Ibadah Bagi Perempuan Selain bantuan fisik, panitia juga memperhatikan aspek batiniah dan kenyamanan ibadah jemaah perempuan. Mengingat populasi jemaah perempuan mencapai 56% dari total kuota Indonesia, petugas pembimbing ibadah perempuan telah disiagakan secara khusus.
Kehadiran petugas perempuan ini diharapkan menjadi solusi bagi jemaah yang ingin berkonsultasi mengenai fiqih perempuan secara lebih nyaman dan mendalam. Dengan adanya sinergi antara fasilitas fisik yang memadai dan bimbingan ibadah yang tepat, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan rukun haji dengan tenang, aman, dan sesuai syariat islam



Tinggalkan Balasan